Riki Cahyo Edy

Riki Cahyo Edy

Papandayan

10/09/13



Keinginan untuk naik ke gunung terbayar sudah. Minggu terakhir Kuliah Kerja Profesi (KKP) bersama teman-teman bersepakat untuk melakukan pendakian ke gunung papandayan. Gunung ini dipilih selain karena jaraknya yang lebih dekat dengan lokasi KKP tetapi juga menurut banyak informasi sangat cocok bagi pemula, terlebih lagi tim yang ikut mendaki kebanyakan adalah perempuan yang belum pernah ikut pendakian.

Pk.05.00 kami berangkat menuju lokasi menggunakan mobil bak terbuka yang kami sewa dan berhenti di suatu tempat yang terlihat seperti terminal. Kami start pk.07.15 WIB, disini udara sudah terasa dingin. Kami pun berangkat dengan mengambil jalur yang lebih landai dengan melewati kawah-kawah yang mengeluarkan gas belerang yang baunya sangat menyengat. Pendakian ini kami lakukan dengan sangat santai karena tujuan kami memang untuk berlibur sebelum pulang ke bogor. Tak sampai 3 jam kami sudah sampai di pondok seladah yang di sekitarnya terdapat padang edelwais. Setelah beristirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan ke hutan mati, di tempat ini masih banyak terdapat pohon yang mati terbakar dan sepertinya merupakan dampak dari letusan gunung papandayan beberapa tahun silam. Namun, di sini kami akhirnya bersepakat tidak melanjutkan perjalanan sampai ke puncak mengingat kesiapan kami dan waktu yang menjelang sore. Jalan yang lebih curam kami lewati saat perjalanan turun. Beberapa di antara kami terpeleset karena kerikil-kerikil kecil dan halus yang sangat licin di sepanjang perjalanan.













Begitu sedikit cerita pendakian gunung papandayan. Pengalaman yang sangat menarik dan seru

Malam hari kami sudah sampai lagi di rumah tempat tinggal selama KKP. Pengalaman kemarin setindaknya bisa membuat kita merenungkan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT yang telah menciptakan bumi dan se-isinya. Bersyukur bahwa kita diberikan kesempatan untuk melihat keagungan alam ciptaan Allah tsb. Setidaknya ada satu pelajaran yang saya ambil dari pendakian gunung papandayan kemarin bahwa bukanlah batu-batu besar yang akan menjatuhkan kita tetapi kerikil-kerikil kecil yang lebih sering menjatuhkan kita. Waspadalah.. waspadalah…!!!